sejarah kampung inggris pare

Halo semuanya, bertemu lagi nih sama mimin. Setelah kamu tahu apa sih Kampung Inggris itu, pertanyaan lain pun pasti akan muncul. Salah satu pertanyaan yang pasti sedang ada difikiran kamu adalah “kok bisa sih di sini banyak banget kursusan bahasa inggris, gimana asal mulanya?”. Hem, pada kesempatan kali ini yuk mengenal Sejarah Kampung Inggris Pare awal mula berdirinya lebih dekat melalui sejarahnya biar kamu semua mendapatkan informasi yang tepat bagaimana bisa banyak banget kursusan bahasa inggris yang ada di sini. Yuk mari langsung saja kita ulas bersama-sama.

SEJARAH KAMPUNG INGGRIS

Dalam Sejarah Kampung Inggris Dulunya Desa Pelem dan Tulungrejo yang saat ini lebih dikenal dengan Kampung Inggris ini sama seperti pada perkampungan pada umumnya. Sejarah bermula di tahun 1976 pada saat Kalend Osen yang berasal dari Kutai Kartanegara memutuskan untuk pergi ke Pare karena pada saat itu sudah tidak mampu lagi melanjutkan pendidikannya di Pondok Modern Gontor karena masalah biaya pendidikan. Tujuannya datang ke Pare (lebih tepatnya ke Dsn SInggahan) adalah untuk mencari seorang ustadz yang bernama KH Ahmad Zahid atas saran temannya. Nama KH Ahmad Zahid menjadi orang yang disarankan oleh temannya karena pada saat itu beliau terkenal memiliki kemampuan menguasai beberapa bahasa termasuk bahasa inggris, bahkan beliau merupakan salah satu orang yang dipercaya oleh Bapak Soeharto selaku Presiden saat itu untuk menjadi penerjemah bahasa Indonesia ke beberapa bahasa asing lainnya. Benar saja setelah bertemu dan tinggal bersama KH Ahmad Zahid, sosok Kalend Osen menjadi pribadi yang semakin baik. Bukan hanya itu sosok Bapak Kalend yang saat itu masih muda pun menjadikan dirinya lebih cepat menyerap materi pembelajaran bahasa asing yang diberikan khususnya bahasa inggris.

Cerita pun berlanjut dalam sejarah kampung inggris dalam berdirinya dengan Bapak Kalend Osen yang memulai kiprahnya sebagai pengajar bahasa inggris di lingkungan tempatnya tinggal dan menjadikan pelataran masjid sebagai kelasnya. Seperti sebuah kebutulan datanglah dua mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya yang mencari KH Ahmad Zahid untuk belajar bahasa inggris karena mereka akan mengadakan ujian akhir kenegaraan pada masa itu. Saat itu KH Ahmad Zahid sedang tidak berada ditempat dan istrinya pun merekomendasikan Kalend Osen untuk dijadikannya guru yang akan mengajarinya. Akhirnya mereka pun belajar bersama dan Bapak Kalend memberikan sola yang jumlahnya 350 soal sebagai acuan untuk menjalani testnya. Benar saja, merekapun bisa menghadapi ujian dengan lancar dan lulus dengan predikat baik. Dari sini lah kemudian nama Bapak Kalend Osen mulai di kenal dari mulut ke mulut. Seiring berjalannya waktu murid yang datang pun semakin bertambah banyak dan jelas pelataran masjid tidak mampu untuk menampungnya. Akhirnya Bapak Kalend memutuskan untuk mendirikan sebuah kursusan yang diberi nama Basic English Course (BEC) yang merupakan lembaga kursus pertama yang ada di Kampung Inggris ini.

Melihat suksesnya BEC dalam membantu para siswa yang ingin belajar bahasa inggris dengan biaya yang relatif murah tetapi kualitas baik mulailah bermunculan lembaga kursus lainnya. Dari yang awalnya berjumlah puluhan hingga saat ini ada sekitar 150an lembaga yang aktif beroperasi. Mulanya hanya berada di sekitaran Dusun Singgahan saat ini sudah meluas ke Desa Pelem dan Desa Tulungrajo. Pendiri lembaga kursus pun bukan hanya warga lokal malah lebih banyak orang yang berasal dari luar daerah. Beberapa dari pendirinya merupakan lulusan dari BEC yang tertarik mengikuti jejak gurunya yaitu, Bapak Kalend Osen. Tetapi banyak juga berasal dari luar BEC tetapi memiliki tujuan sama yaitu mengikuti jejak Bapak Kalend Osen. Lingkungan yang tadinya adalah desa biasa berubah menjadi lingkungan yang atmosfernya berbeda. Penduduk yang sebelumnya mayoritas berprofesi sebagai petani saat ini sudah sangat berkembang. Rumah-rumah warga pun banyak yang dialih fungsikan menjadi camp atau tempat kost untuk para pelajar yang sebagian besar berasal dari luar daerah. Saat ini perekonomian warga di sekitaran Kampung Inggris pun semakin baik, ibarat kata apa pun yang dijual pasti akan laku karena saking banyaknya pendatang yang belajar di Kampung Inggris ini.

Ya, inilah sejarah kampung inggris pare dalam berdirinya. Bermula dari sosok Bapak Kalend Osen yang sangat sederhana yang niatnya tulus untuk memudahkan siapa saja yang ingin belajar bahasa inggris menjadi sebuah perubahan besar yang juga berdampak pada perubahan ekonomi lingkungan sekitarnya. Dari satu lembaga kursus memicu tumbuhnya lembaga kursus lainnya hingga jumlahnya ratusan dan menjadikan nama Kampung Inggris terkenal ke seluruh penjuru nusantara bahkan dunia.