testimoni kampung inggris lc

Hi LC, let me introduce my self, my name Shobron Jamil Zhuhri I’am from Jakarta. No, I study at State Polytechnic of Jakarta. Saya periode 25 Juli 2017. Sebelumnya saya kurang paham tentang bahasa Inggris. Namun tante saya menyarankan agar study in Kediri. Kebetulan saya sedang libur semester genap. Saya mengambil program Intensive 1 bulan. Sebelumnya, saya tidak mengenal siapapun di sini. Namun step by step, I introduced friend when I did registered. Teman-teman di sini sangat welcome. Penduduk setempat pun sangat ramah. Teacher di isni sangat sabar. perlahan mengajarkan member sampai mengerti.

Untuk Mrs Tyara, terimakasi atas kelas pronun nya walaupun Mrs teach me only 2 weeks. Untuk Ms Ainun, terimakasih juga untuk mensupport saya dalam speaking. Untuk Mrs Miftah, you the best !!! because you always saya to me “If you want improve your English Language, you must like crazy.  Harus PD, jangan gunakan teks, gunakan vocab yang kamu ketahui. Banyak berlatih, menghafal dan membaca all about English.” Untuk Mr Amin Fadholi, you like my brother, we only different when born. Terimakasih PENTOLnya :), you always ask me to learn grammar. Sekarang saya sudah paham sedikit-sedikit tentang grammar. You rela teach me when you tired. Untuk coach Fahri, tutor Omega Camo yang selalu memberikan semangat keoada “anak asuh nya” yang when we us use Bahasa, menganggap kami seperti ******* hahaha. Untuk Mrs Aini, thanks to remembering all student to read long man everyday!

Untuk LC terimakasih atas jasa dan ilmunya, semoga LC berkembang semakin berkembang dan maju pesat bagai kota Milan. Mungkin kalau saya tidak belajar di sinii, saya masih BUTA English. Terimakasih telah mempertemukan saya dengan teman baru yang sudah saya anggap sebagai  keluarga ku sendiri. Salam untuk Esty, teman kelas saya di B-7. Semoga Allah melindungi kita semua, aaaaminnn. I Love you LC !! LC? No English No Service !!!!

See you again LC !! 🙁

– – – – – – – – – – –  – – – –

Shobron Jamil Zhuhri, Jakarta

testimoni kampung inggris pare

Baca juga cerita dari Desy Nur Balqis  asal Medan