Perbedaan TOEFL dan IELTS – Sebelum membahas lebih lanjut mengenai IELTSAnda perlu tahu seluk beluk mengenai IELTS itu sendiri. Memang banyak sekali pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dimaksud dari IELTS. Contoh-contoh IELTS dan persiapan-persiapan nya untuk melakukan tes IELTS itu sendiri sangat berbeda dengan TOEFL.

perbedaan toefl dan ielts

Pada artikel ini Anda akan menemukan beberapa informasi mengenai IELTS. Artikel ini bertujuan agar Anda bisa bersiap-siap untuk tes yang sesungguhnya jika memang memiliki rencana untuk kuliah di Eropa. Persiapan sangat penting dilakukan karena dibutuhkan kemampuan analisa dan juga penjabaran yang cukup kompleks ketika menjawab soal nantinya.

Memang setiap orang yang memiliki cita-cita kuliah ke luar negeri, contohnya saja Australia sangat diwajibkan untuk menyertakan sertifikat IELTS. Sertifikat IELTS dengan skor yang tertentu dapat digunakan untuk mengajukan permohonan student Visa. Nilai standar yang digunakan pun juga sangat tergantung dari tingkat pendidikan tujuan Anda.

Namun sebagian besar orang bahkan belum tahu dan belum mengenal apa itu IELTS. Justru orang-orang lebih cenderung mengetahui TOEFL dibanding IELTS. Jika Anda adalah salah satunya mungkin Anda harus benar-benar menyimak pembahasan pada artikel ini. Hal ini bertujuan agar Anda paham betul apa saja yang Anda butuhkan sebelum kuliah ke luar negeri.

Pengertian IELTS

IELTS merupakan sebuah tes bertaraf internasional untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Biasanya diselenggarakan oleh Universitas Cambridge, British Council dan IDP Education Australia. IELTS sendiri, didirikan mulai tahun 1989 hingga saat ini yang memiliki 2 jenis untuk peruntukan yang berbeda.

Dua jenis yang dimaksud adalah jenis akademik yang memang ditujukan bagi orang-orang yang ingin mendaftarkan diri di universitas atau lembaga pendidikan tinggi lainnya. Termasuk untuk para profesional seperti perawat atau dokter yang ingin menempuh pendidikan praktek di negara yang berbahasa Inggris tersebut.

Jenis yang kedua adalah IELTS versi general atau umum yang sengaja ditujukan untuk orang-orang yang berencana melakukan pelatihan non akademis. Pelatihan tersebut dapat berupa imigrasi dan bekerja secara sementara dan tidak menetap. Jadi, IELTS tidak hanya ditujukan untuk orang-orang yang ingin melanjutkan ke universitas luar negeri saja ya ternyata.

Tujuan IELTS

Seperti yang Anda tahu, IELTS memang digunakan untuk mengetahui besar kemampuan orang-orang dalam menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan Bahasa Inggris adalah satu-satunya bahasa komunikasi yang ke depannya akan menjadi alat utama Anda ketika berkomunikasi ketika berada di luar negeri seperti di Amerika, United Kingdom, Australia, dan lain-lain.

Selain di negara-negara tersebut, IELTS juga diterima oleh sebagian besar lembaga di Kanada, Australia, Irlandia, Selandia baru, bahkan akademik Afrika Selatan. Setidaknya lebih dari 3000 institusi akademik yang berada di Amerika Serikat menggunakan IELTS sebagai persyaratan migrasi. Jadi, Anda perlu tahu bahwa penting sekali melakukan tes IELTS.

Rekomendasi :  Perbedaan Concrete Noun dan Abstract Noun dalam Bahasa Inggris

Score IELTS 

Bagi Anda yang ingin masuk universitas yang berada di luar negeri, minimal skor harus berkisar dari 5,5 sampai 6,5 dan score antara 7,0 sampai 7,5. Sedangkan untuk peminat program pascasarjana, skor akan tergantung pada universitas yang Anda pilih dan jenjang yang akan Anda tempuh misalnya saja S1 atau s2 atau juga S3.

Untuk perusahaan atau lembaga, tidak memiliki aturan nilai minimum yang harus dicapai agar bisa melewati salah satu tahapan seleksinya. Namun, melalui hasil IELTS atau yang biasa disebut uji form laporan dapat diketahui tingkatan kemampuan berbahasa calon pekerja. Nilainya berkisar mulai dari 1 hingga 9, yang mana semakin tinggi nilai maka calon pekerja dianggap semakin ahli. Masing-masing perusahaan memiliki wewenang untuk menentukan nilai ambang batas IELTS calon pekerja.

Perusahaan disarankan untuk tidak menerima sertifikat IELTS yang waktu tesnya lebih dari 2 tahun agar laporan tersebut tetap valid. Hal itu seringkali membuat sertifikat IELTS memiliki waktu kadaluarsa. Namun berbeda ketika orang yang mengikuti tes IELTS tersebut mampu membuktikan bahwa kemampuan Bahasa Inggrisnya tidak berubah pada kurun waktu tersebut dan bisa bertahan di skor yang sama.

Tes IELTS

Untuk pelaksanaan tesnya, Anda yang mengambil tes IELTS biasanya akan diminta menjawab beberapa sesi tes yaitu berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan. Setelah selesai menjalankan tes IELTS, Anda akan mendapat semacam berkas atau skor yang nantinya ditampilkan di formulir laporan IELTS.

Skor tertinggi pada tes IELTS bernilai 9 yang menunjukkan bahwa Anda benar-benar layak dan mampu dalam semua bidang yang akan diujikan. Ujian IELTS sendiri rata-rata menghabiskan waktu 2 sampai 3 jam. Biasanya tes membaca, menulis dan mendengarkan akan diselesaikan pada hari itu juga.

Sedangkan untuk tes berbicara maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama pada umumnya yakni 7 hari atau seminggu sebelum tes menulis membaca dan mendengarkan selesai atau bisa juga setelahnya. Jadi Anda memiliki banyak waktu untuk belajar berbicara dalam Bahasa Inggris sebelum tes dilakukan.

Contoh Speaking IELTS

Biasanya examiner atau penguji speaking akan menanyakan tentang diri Anda sendiri seperti yang sering ditanyakan dalam proses interview kerja hanya saja menggunakan Bahasa Inggris. Contoh yang dimaksud seperti ‘tell me about yourself, do you have any hobbies?’, ‘Tell me about your favorite place’ dan sebagainya.

Lalu examiner akan memberikan sebuah kartu di mana Anda harus menjelaskan atau bercerita tentang kartu yang sudah diberikan. Lalu Anda juga akan mendapatkan pertanyaan seperti ‘who is dispersion? Do you know him or her in person? describe a person that you find inspiring’ dan sebagainya.

Rekomendasi :  Macam Macam Aksen Bahasa Inggris di Dunia

Perbedaan antara TOEFL dan IELTS

Lalu apa perbedaan IELTS dan TOEFL? TOEFL sendiri adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris yang lebih fokus pada penggunaan Bahasa Inggris di Amerika. Oleh karena itu, ujian ini hanya diselenggarakan oleh kantor TTS atau Educational Testing Service di Amerika Serikat untuk seluruh peserta tes di dunia. Tes ini pada umumnya akan diminta oleh Universitas di Kanada dan Amerika serikat.

Tes TOEFL sendiri juga memiliki dua tipe yaitu TOEFL ITP dan TOEFL IBT. Apa perbedaan dari keduanya? TOEFL ITP atau Institutional Testing Program hanya digunakan untuk wilayah Asia saja dengan skor yang juga bersifat institusional. Jadi hanya digunakan pada institusi dan wilayah lokal tertentu sehingga tidak berlaku untuk seluruh negara.

Sedangkan tes TOEFL IBT atau Internet Based Test adalah tes Bahasa Inggris yang akan merekam seluruh jawaban Anda di komputer. Komputer tersebut sudah dihubungkan langsung dengan internet. Kemudian, jawaban Anda akan langsung dikirim ke ETS atau Educational Testing Service yang berada di Amerika Serikat seperti yang dijelaskan di atas.

Tes TOEFL

Test TOEFL ITP dibagi menjadi 3 sesi tes atau ujian yaitu listening, structure and written expression dan juga reading comprehension. Ketiganya memiliki nilai maksimal antara 500 hingga 600. Sedangkan untuk TOEFL IBT, tes yang dilaksanakan adalah reading, listening, speaking dan juga writing dan nilai maksimalnya adalah 120 dengan rata-rata nilai yang diminta 80 hingga 90. Kedua tes tersebut berlangsung hingga 4 jam.

Sedangkan pada IELTS, semua jawaban pada tes akan ditulis tangan. Kemudian, pada speaking section peserta akan diminta untuk berbicara dengan salah seorang penilai secara langsung. Biasanya durasi speaking tersebut berkisar antara 12 sampai 14 menit per peserta. Anda akan ditanya pertanyaan seputar diri Anda dan sebuah topik tertentu.

Nah, bagaimana? Apakah Anda sudah paham perbedaan TOEFL dan IELTS? Silahkan mencoba tes yang paling sesuai dengan kebutuhan anda ya. Baca juga Perbedaan Toefl dan Ielts di halaman yang lain

vote
Article Rating