Pengertian Academic Writing

Academic writing adalah salah satu bidang bahasa Inggris yang paling menantang untuk dipelajari. Bagi kamu yang ingin masuk kuliah, kamu pasti akan sering berkecimpung dengan academic writing. Terlebih lagi jika kamu ingin mengikuti konferensi atau berkuliah di luar negeri.

Tapi sebenarnya, apa itu academic writing? Bagaimana caranya menguasai academic writing dengan baik? Simak penjelasan lengkap dari Kampung Inggris ini untukmu.

Apa yang Dimaksud dengan Academic Writing?

Academic writing adalah teknik kepenulisan yang digunakan untuk mendokumentasikan penelitian, atau karya akademis lainnya, secara tertulis. Singkatnya, ilmu academic writing adalah ilmu penulisan secara ilmiah.

Idealnya, academic writing memiliki struktur yang formal, sistematis, dan dan menggunakan bahasa ilmiah. Meski demikian, format penulisannya bisa berbeda-beda tergantung disiplin ilmu dan standar yang digunakan institusi penerbitnya.

Academic writing bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari dosen, peneliti, sampai mahasiswa perguruan tinggi. Academic writing juga bisa dilakukan oleh praktisi sesuai disiplin bidang yang diteliti.

Jenis-Jenis Tulisan yang Termasuk Academic Writing

Meski namanya sudah academic writing, yang dibicarakan dalam academic writing tidak melulu soal penelitian. Ada beberapa jenis tulisan yang bisa kita golongkan juga sebagai academic writing, ini penjelasannya.

Buku

Yang dimaksud sebagai buku di sini bukan buku seperti buku fiksi atau biografi orang lain. Hanya buku-buku yang berkontribusi pada pengetahuan saja yang bisa dikategorikan sebagai hasil karya ilmiah.

Contoh termudah buku-buku yang bisa dikategorikan sebagai academic writing misalnya buku kuliah, buku bisnis, dan buku-buku pelajaran.

Esai

Esai adalah sebuah tulisan singkat tentang satu topik ilmu pengetahuan tertentu. Biasanya esai bertujuan untuk merangkum dan memformulasikan masalah. Output dari esai tidak diharuskan berbentuk penemuan ilmu baru.

Biasanya di masa SMP, anak-anak sudah diajarkan membuat esai.  Akan tetapi esai yang dibuat sebatas untuk mengenalkan sedikit pengetahuan saja. Saat kuliah, kamu akan dituntut membuat esai yang lebih elaboratif dan menggunakan bahasa intelektual.

Hasil Terjemahan

Sering bukan, menemukan buku-buku pelajaran yang ternyata hasil terjemahan dari karya penulis luar negeri? Hasil terjemahan bisa digolongkan sebagai karya tulis dari academic writing.

Akan tetapi sama halnya dengan buku, tidak semua hasil terjemahan bisa disebut sebagai kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Hanya hasil terjemahan dari karya tulis ilmiah saja (karya academic) yang bisa disebut sebagai academic writing.

Paper/Artikel Penelitian (Research Paper)

Buat kamu yang akan kuliah, research paper adalah jenis academic writing yang akan kamu geluti setiap hari.

Idealnya, paper/artikel penelitian hanya boleh dilakukan oleh orang yang berasal dari disiplin bidang tersebut. Lintas bidang diperbolehkan dengan catatan sang penulis sudah mendapat kredibilitas di dunia penelitian.

Paper Konferensi (Conference Paper)

To be honest, banyak orang yang masih kebingungan membedakan paper penelitian dan paper konferensi. Wajar, karena perbedaannya memang sangat kecil, tapi signifikan.

Secara harfiah, paper penelitian derajatnya lebih unggul dibandingkan dengan paper konferensi. Sebuah paper penelitian bisa saja masuk ke konferensi terlebih dulu sebelum terindeks dalam jurnal bereputasi.

Rekomendasi :  Perbedaan Concrete Noun dan Abstract Noun dalam Bahasa Inggris

Dikarenakan derajatnya yang lebih rendah, paper konferensi bisa dicoba oleh semua kalangan akademik. Bahkan mahasiswa yang belum pernah menerbitkan paper juga bisa mengajukan papernya di konferensi.

Jurnal Akademik

Banyak orang yang masih kesulitan membedakan jurnal akademik dan paper akademik, seriously, padahal keduanya berbeda lho. Jika paper akademik biasanya memiliki berpuluh-puluh lembar halaman, biasanya jurnal akademik hanya tersusun atas 10 sampai 20 halaman saja.

Selain itu, biasanya jurnal akademik tidak diterbitkan satu per satu, melainkan langsung dijilid bersama dengan banyak jurnals. Beberapa contoh penerbit jurnal akademik terkenal misalnya Nature, Journal of Management, dan Peer J.

Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Skripsi, tesis, dan disertasi adalah karya tulis yang dibuat oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan di perguruan tinggi. Di Indonesia, skripsi menjadi persyaratan lulus untuk gelar Sarjana (S1), tesis untuk Magister (S2), dan disertasi untuk gelar Doktor (S3).

Jika kamu ingin kuliah di luar negeri, membaguskan skripsi adalah salah satu hal yang harus kamu lakukan. Jika mampu, buatlah skripsi yang bisa tembus ke jurnal internasional, tentunya dengan menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu saat kamu belajar bahasa Inggris, jangan lupa belajar academic writing juga ya.

Abstrak

In short, abstrak adalah karya academic writing yang meringkas keseluruhan paper penelitian menjadi 500 kata saja. Biasanya abstrak dicantumkan di bagian terdepan paper penelitian, tepatnya setelah daftar isi.

Lalu apa tujuannya? Abstrak diletakkan sedemikian rupa karena fungsinya sebagai “blurb” dari isi penelitian tersebut. Jadi melalui sebuah abstrak, kamu bisa mengetahui topik penelitian, metode, sekaligus hasil dari penelitian tersebut. Tentu saja hanya kilasan ya, kalau mau baca lebih lengkap ya baca papernya langsung!

Bagaimana Academic Writing Style yang Ideal?

Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya membuat karya akademik yang bukan hanya baik, tapi memuaskan? Kampung Inggris Pare telah merangkum beberapa poin pentingnya untukmu.

Menggunakan Bahasa Formal

Kriteria mutlak dari penulisan karya tulis ilmiah dalam bahasa Inggris adalah menggunakan bahasa formal. Oleh karena itu, mulai dari sekarang perbanyak hafalan kosakata yang berkaitan dengan bidang yang akan kamu teliti. Jangan menggunakan kata-kata informal, apalagi slang, apa pun tema academic writing-mu.

Alasan pelarangan penggunaan bahasa informal dalam academic writing adalah untuk menghindari subyektivitas. Sebab sebuah tulisan hanya pantas disebut sebagai karya ilmiah jika tulisannya universal dan terlepas dari karakteristik sehari-hari penulisnya.

Berangkat dari Pemikiran Kritis

Jika ingin menulis academic writing yang keren, kamu harus belajar berpikir secara kritis sampai kamu menemukan ide yang benar-benar orisinil.

Sebelum membuat karya ilmiah, kamu harus memastikan topik dan judul yang kamu pilih beda dari yang lainnya. Mirip boleh, akan tetapi jangan sampai sama persis. Sebab jika diketahui karya dan penemuanmu 100% sama dengan orang lain, kredibilitasmu sebagai penulis karya ilmiah akan diragukan.

Menggunakan Kata Ganti Orang Ketiga

Syarat utama academic writing selanjutnya adalah menggunakan kata ganti orang ketiga. Saat kamu menulis sebuah karya ilmiah, pastikan kamu tidak menggunakan kata “aku”, “kamu”, atau “dia”. Jika kamu ingin menulis tentang seseorang, kamu harus menggunakan istilah “sampel” atau “responden”.

Dalam beberapa karya tulis ilmiah, kamu mungkin akan menemukan kata “aku” digunakan. Akan tetapi biasanya yang dimaklumi menggunakan kata “aku” hanyalah peneliti yang karyanya sudah terbukti saja. Jika kamu masih belum mendapatkan nama di dunia penelitian, sebaiknya hindari penggunaan kata ganti orang ketiga semacam itu.

Rekomendasi :  Perbedaan So dan Such dalam Bahasa Inggris

Bertujuan Membahas/Memecahkan Sebuah Masalah

Tujuan academic writing bukan hanya keren-kerenan, atau sekadar prasyarat kuliah di luar negeri aja. Buatlah academic writing-mu dengan sungguh-sungguh karena ingin memecahkan suatu masalah. Jadi, setiap karya tulis ilmiah idealnya memiliki kontribusi baru terhadap ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, sebelum menulis karya ilmiah pertama-tama kamu perlu mencari topik permasalahan terlebih dahulu.

Memiliki Struktur yang Sistematis

Setelah menemukan masalah, selanjutnya kamu harus mempelajari tentang struktur karya ilmiah yang ideal. Umumnya, karya ilmiah yang ideal harus memiliki minimal rumusan masalah, tujuan penelitian, landasan teori, metode, dan pembahasan. Di akhir karya ilmiah, kamu harus memberikan kesimpulan dari tulisanmu tersebut.

Tapi ya itu! Kamu harus memastikan struktur karya ilmiahmu sistematis sesuai standar yang ditentukan!

Didukung dengan Argumentasi Logis

Saat kamu menulis karya ilmiah, kamu perlu memasukkan argumen-argumen pribadimu. Jika kamu tidak mencantumkan argumentasi pribadi sama sekali, maka karya ilmiahmu akan dianggap tidak ada artinya. Akan tetapi kamu juga tidak boleh seenaknya mencantumkan argumen pribadi, lho, karena ada aturannya!

Setiap argumen pribadi yang kamu tuliskan harus didukung dengan teori yang logis. Semakin banyak teori yang kamu gunakan untuk memperkuat, semakin logis pula argumenmu.

Dilakukan dengan Menggunakan Metode yang Valid

Saat kamu melaksanakan penelitian, kamu harus memastikan instrumen yang kamu gunakan valid. Di sini, yang dimaksud valid bukan hanya secara teoretis, kamu juga perlu menguji validitas instrumenmu.

Bagi penelitian, bisa dibilang instrumen merupakan otak yang digunakan untuk mendapatkan dan memproses data. Tidak peduli seberapa keren penelitian yang kamu gunakan, kalau instrumennya tidak valid maka penelitian itu akan gagal total.

Mencantumkan Referensi

Saat kamu melakukan academic writing, kamu harus mencantumkan referensi dari teori-teori yang kamu gunakan. Saat kamu mengutip hasil pemikiran tokoh-tokoh atau peneliti lain, kamu harus mencatumkan siapa tokoh yang kamu kutip. Termasuk juga dari mana kamu mendapatkan kutipan tersebut.

Untuk mendapatkan referensi yang baik, kamu perlu memastikan kredibilitas sumber  yang kamu kutip. Sebisa mungkin, hindari mengutip dari situs-situs di internet (kecuali situs berita). Sebaiknya kutip saja dari buku atau rilis resmi dari suatu institusi.

Menggunakan Kosakata Akademik

Last, sekali diingat-ingat lagi, hanya gunakan kosakata ilmiah dalam karya akademik-mu! Biasanya, tingkat kemahiran seorang peneliti juga dinilai dari seberapa luas kosakata akademik yang digunakannya.

Salah satu contoh kosakata akademik misalnya “emerge”. Dalam bahasa Inggris konversasional umumnya yang digunakan bukanlah “emerge”, melainkan “appear”. Selain kosakata tersebut, masih ada sekitar 500 kata lebih yang tergolong dalam kosakata akademik.

 

Kalau kamu ingin belajar lebih dalam tentang academic writing, mending belajar langsung ke teacher Kampung Inggris! Kampung Inggris LC siap menemanimu belajar kepenulisan dalam bahasa Inggris sampai mahir!

Kalau mau baca materi selanjutnya, yuk cek materi berikut ini: Kosakata Bahasa Inggris yang Sebelumnya Tidak Pernah Ada

Kampung Inggris Search :

    apa itu academic writing
vote
Article Rating