testimoni kampung inggris lc

10 Juli 2017 saya memutuskan pergi untuk berlibur sekaligus belajar. Iya, sebulan yang lalu saya memutuskan untuk pergi ke Pare, Kediri. Momen pertama ketika tiba di Pare bertemu orang-orang baru yang memiliki latar belakang dan mimpi yang berbeda-beda.

Di camp saya bertemu dengan banyak karakter orang manusia, dan ternyata yang dayang dari Sabang sampai Merauke. Awal minggu berjalan begitu terasa berat, sempat ingin memutuskan pulang namun tidak ku ikuti ke egois an ku. Pada minggu berikutnya aku mulai merasa nyaman bisa berbagi tawa, canda, atau sekedar obrolan kecil namun aku sangat menikmati itu semua.

Jam terus berputar meninggalkan kita hingga tak terasa waktu untuk bersama harus selesai. Tak mudah untuk mengakhiri apa yang begitu kita sukai. Kan selalu ku kenang ketika pagi kalimat “wake up, wake up, pray together” dari tutor camp. Makanan murah dan enak, teman-teman yang asik kadang gak jelas, atau apa pun itu aku bangga menjadi bagian dari itu.

Terimakasih di sini bukan sekedar bahasa Inggris yang bisa ku dapat namun aku bisa belajar cintai, menghargai, pengalaman, budaya dan yang utama bisa mensyukuri karunia Allah.

Dipertemukan oleh waktu dipisahkan oleh jarak. Semoga bisa kita raih apa pun impian itu. See you on top. I always will remember moment in Pare. You are all best, I hope we can meet again for tell our story with proud.

Thanks

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Luqman Setiawan, Karawang

testimoni kampung inggris pare

Cerita alumni LC Kampung Inggris lain yang bisa kamu baca adalah cerita dari Shinta Kusumawardani asal Riau.