Aturan Penggunaan Modals dalam Bahasa Inggris

Dalam bahasa Inggris, modals diartikan sebagai kata-kata untuk menunjukkan kemampuan, kemungkinan, atau keharusan subject melakukan suatu verb (kata kerja). Aturan penggunaan modals adalah sesuatu yang harus kamu kuasai di level basic.

Tanpa menguasai aturan menggunakan modals, kamu akan kesulitan memilih modals mana yang paling sesuai dengan kondisimu. Selengkapnya tentang itu akan mimin Kampung Inggris jelaskan di bawah ini.

Aturan Modals Secara Umum

Meski modals termasuk dalam auxiliary verb, kedudukannya berbeda dengan auxiliary verb berupa to be (is, am, are, do, did, dan semacamnya). Oleh karena itu, aturan penggunaan modals juga berbeda dengan aturan penggunaan to be.

Dan kalau boleh mimin tambahkan, menggunakan modals jauh lebih gampang dibanding menggunakan to be. Karena penggunaannya tidak tergantung pada jenis subject. Seperti yang kita tahu, setiap subject seperti I, you, we, they, dst punya pasangan to be sendiri, misalnya I -> am, you -> are, he -> is, dst.

Aturan penggunaan modals secara umum adalah sebagai berikut.

Modals tidak mengikuti bentuk subject (seperti yang sudah dijelaskan)

Aturan penggunaan modals yang pertama adalah modals tidak mengikuti bentuk subject. Seperti yang sudah dijelaskan, tidak peduli apa subjectnya, modals tetap tidak terpengaruh.

Example:

  • I wait for the doctor to call me
  • I will wait for the doctor to call me
  • She waits for the doctor to call her
  • She will wait for the doctor to call her

Modals bersifat netral, tidak mengikuti bentuk tenses kalimat

Selain tidak mengikuti bentuk subject, modals juga tidak mengikuti bentuk tenses.

Selain karena sifat netralnya, modals juga telah memiliki bentuk-bentuk past, future, dan present-nya sendiri. Misalnya will, shall, dan might yang digunakan untuk mengindikasikan future tense. Atau could dan would yang menunjukkan past tense.

Example:

  • She did all the house works solely yesterday (BENAR)
  • She will did all the house works solely yesterday (SALAH)
  • She willed did all the house works solely yesterday (SALAH)
  • She would do all the house works solely yesterday (BENAR)

Modals selalu diikuti dengan  kata kerja bentuk pertama (bare infinitive)

Aturan penggunaan modals yang selanjutnya adalah modals selalu diikuti bare infinitive (verb tanpa “to”).

Example:

  • I think you should learn to read traffic signs (BENAR)
  • I think you should to learn to read traffic signs (SALAH)

Satu modal bisa memiliki lebih dari satu fungsi

Bukan rahasia lagi, satu modal saja bisa memiliki lebih dari satu fungsi. Bahkan bisa dibilang, penggunaan modals itu fleksibel banget, menyesuaikan konteks kalimat.

Rekomendasi :  Nama-Nama Musim dalam Bahasa Inggris

Selengkapnya tentang fungsi-fungsi modals akan dijelaskan di subbab selanjutnya, langsung aja scroll ke bawah.

Aturan Penggunaan Modals Dalam Kalimat

Sekarang, mimin Kampung Inggris mau mengajakmu belajar aturan penggunaan modals satu per satu, di masing-masing modal. Supaya lebih paham, mimin akan mempasangkan modals yang mirip artinya, langsung aja check this out.

Can VS. Could

Pasangan modals pertama yang akan kita bahas adalah can VS. could. Keduanya sama-sama memiliki arti “bisa”, sama-sama bisa digunakan untuk imperative sentences (kalimat perintah).

Perbedaan can dan could hanya terletak dua hal, yaitu 1) formalitas, dan 2) kepastian kondisinya.

Dalam kalimat perintah/penawaran, could dinilai jauh lebih formal dan sopan dibandingkan dengan can.

Example:

  • Can you help me to bring these boxes? (ACCEPTABLE, BUT LESS POLITE)
  • Could you help me to bring these boxes? (MORE POLITE)

Dalam kalimat biasa, could bisa digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang bisa dilakukan, tapi belum pasti.

Example:

  • I can accompany you to the book store the next week (SHOWING ABILITY)
  • I could accompany you to the book store the next week (SHOWING ABILITY/OFFER, BUT LESS CERTAINLY)

Will VS. Would

Aturan penggunaan modals berikutnya yang akan kita bahas adalah aturan penggunaan will dan would. Keterangannya kurang lebih sama dengan penjelasan dari can VS. could.

Will dan would sama-sama bisa digunakan untuk kalimat perintah/penawaran. Notabene-nya, will dan would jauh lebih sopan dibandingkan dengan can atau could. Dan di antara modals tersebut (can, could, will, would), would-lah yang paling sopan.

Example:

  • Will you help me to bring these boxes? (MORE POLITE THAN CAN AND COULD, BUT LESS POLITE THAN WOULD)
  • Would you help me to bring these boxes? (MORE POLITE THAN CAN, COULD, AND WILL)

Dalam kalimat biasa, will digunakan untuk menunjukkan future tense. Sedangkan could bisa menunjukkan dua hal, yaitu 1) past tense,

Example:

  • I will binge-watch The Garden of Sinners after I clean the house (FUTURE TENSE)
  • I would binge-watch the Garden of Sinners after I cleaned the house (PAST TENSE)

dan 2) sesuatu yang akan dilakukan, tapi belum pasti.

Example:

  • They will help me later, they’ve promised (SHOWING POSSIBILITY)
  • They would help me later, maybe, they haven’t promised anything (SHOWING POSSIBILITY, BUT LESS STRONG)

Shall VS. Should

Meski should adalah bentuk past dari shall, keduanya tidak memiliki hubungan seperti layaknya can – could atau will – would. Intinya, shall dan should punya fungsi yang hampir tidak terikat sama sekali.

Notabene-nya, shall adalah bentuk “old” dari will. Saat ini, kata shall sudah jarang digunakan di American English.

Meski demikian penggunaan shall sebagai alternative “will” masih bisa sering kita dengar di Inggris.

Example:

  • I shall go to your home by five
  • The mail shall be sent to you tomorrow

Selain sebagai pengganti will, shall juga digunakan untuk memberikan kalimat perintah/larangan.

Example:

  • You shall not go outside when you’re sick
  • You shall listen to your Mom or I won’t allow you to get this toy

Sementara itu, penggunaan should jauh lebih umum dibanding shall, baik di US mau pun UK.

Should bisa digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Example:

  • He should finish his homework now or he’s going to regret it
  • I should go to the grocery right now, my sister is waiting for me
Rekomendasi :  Pertanyaan dalam Wawancara Bahasa Inggris

Selain untuk menjelaskan sesuatu yang seharusnya dilakukan, should juga bisa digunakan untuk memberi saran.

Example:

  • You should bathe your cat routinely so it wouldn’t have fleas
  • You should come to Jamie’s school this weekend to see her first stage play

May VS. Might

Aturan penggunaan modals may dan might adalah yang akan kita bahas selanjutnya. Hubungan may dan might bukanlah hubungan present – past form, meski demikian keduanya memiliki arti sama yaitu: boleh/mungkin.

May dan might bisa digunakan untuk menunjukkan kemungkinan terjadinya sesuatu.

May memiliki tiga peran sekaligus, yang pertama adalah untuk memberikan izin (kebolehan).

Example:

  • You may eat all the chocolate after you eat rice
  • You may play the computer if you have finished your assignments

Peran kedua may adalah untuk menunjukkan kemungkinan.

Example:

  • He may come anytime, please be ready
  • Don’t you dare to play with a snake, it may kill you with its venom

Terakhir, peran ketiga may adalah untuk meminta izin.

Example:

  • May I borrow your math book?
  • May I get this for my daughter?

Sementara itu, might hanya memiliki satu peran saja, yaitu untuk menunjukkan kemungkinan.

Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, might memiliki arti “mungkin saja” atau “barangkali”.

Example:

  • I might call you at five this evening, but I can’t make it sure right now
  • She might fall in love with you, but she doesn’t want you to know

Must VS. Have To

Pasangan modals terakhir yang akan kita bahas dalam materi kali ini adalah must dan have to. Keduanya sama-sama memiliki arti “harus”. Dan tidak sama seperti pasangan-pasangan modals sebelumnya, must dan have to tidak memiliki perbedaan fungsi yang signifikan.

Satu-satunya pembeda antara must dan have to adalah kesopanannya. Saat digunakan dalam kalimat perintah, penggunaan have to dinilai jauh lebih sopan dibandingkan dengan must.

Example:

  • You must call your children after this (ACCEPTABLE, BUT LESS POLITE)
  • You have to call your children after this (MORE POLITE)

Selain itu, khusus untuk have to tidak dapat dipasangi negative form di belakangnya. Have to hanya bisa digunakan untuk kalimat berkonotasi positif saja.

Example:

  • You have to not accept anything from him anymore (SALAH)
  • You must not accept anything from him anymore (BENAR)

 

Itulah penjelasan lengkap mengenai aturan penggunaan modals lengkap sekaligus dengan contoh-contohnya.

Kalau kamu mau belajar lebih banyak lagi, datang langsung ke Kampung Inggris Pare ya! Di sini kamu akan diajari materi yang jauh lebih dalam dibanding ini. Dijamin setelah ke luar dari sini, kamu bakal jauh lebih jago bahasa Inggris daripada teman-temanmu!

Jadi ingat, kalau kamu mau belajar bahasa Inggris dengan metode yang fun dan menjamin up-level bahasa Inggris, datang langsung ke Pare! Mimin tunggu kamu ya secepatnya!