testimoni kampung inggris

Halo semua, nama aku M.Tajudin dan aku dari Pasuruan. Aku adalah member dari LC, hari ini aku akan menceritakan sedikit pengalaman aku selama belajar di LC Kampung Inggris.

Aku pergi ke Pare – Kediri pada tanggal 23 September 2017. Ini adalah pertama kalinya aku pergi ke Kampung Inggris, dan disini aku mendapatkan banyak pengalaman baru yang belum pernah aku dapat sebelumnya.

Sesampainya di LC aku langsung melakukan proses check-in serta mengurus administrasi, Sesudah itu barulah pembaagian camp, kebetulan aku ditempatkan di camp 10. Siang itu camp 10 masih sangat sepi sekali, karena waktu itu masih banyak yang belum datang. Dan disana hanya ada beberapa anak English Master dan sisanya sedang pergi ke Bromo karena sabtu minggu mereka libur.

Setelah lama berdiam diri didalam kamar, akhirnya sore pun tiba dan teman – teman yang di tempatkan di camp 10 pun satu persatu mulai berdatangan. Salah satunya adalah teman pertama aku disini, namanya adalah Jona dan dia berasal dari Ponorogo, dia terlihat sangat antusias untuk belajar di Kampung Inggris dengan membawa satu koper besar yang berisi baju dan segala perlengkapannya selama satu bulan disini.

Nah setelah itu barulah banyak teman – teman yang lain mulai berdatangan. Dan mereka berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Dan ini adalah pengalaman pertama aku yaitu mempunyai banyak teman yang berasal dari seluruh penjuru negeri.

Disini aku merasa seperti berada di pondok pesantren, jadi sekitar pukul setengah lima pagi terdengar bunyi ketok pintu serta suara “wake up guys” yang mengiringinya. Dan itu adalah suara Mrs. Dewi yaitu tutor camp disini. Setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah kita pun bersiap untuk kegiatan morning class di camp yakni kegiatan menghafalkan vocabulary dan expression bahasa inggris yang digunakan sehari-hari. Setelah kegiatan morning class selesai kita pun bersiap-siap mandi dan sarapan pagi karena jam delapan akan dilaksanakan placement test.

Usai melaksanakan placement test akhirnya aku ditempatkan di B1. owh iyah, ngomongin tentang camp 10. Disini kita ada peraturan simple yang harus kita patuhi selama kita berada di english area yakni tidak boleh berbicara dalam bahasa indonesia atau bahasa daerah kita, dan jika kita melanggar kita akan dikenai hukuman membayar Rp. 500 per kata.

Menurutku ini adalah tantangan yang sulit tapi juga menyenangkan, karena dengan begini secara tidak sadar kita telah belajar menerapkan bahasa inggris dalam komunikasi sehari-hari. dan ini juga merupakan pengalaman seru yang belum pernah aku dapat sebelumnya.

Disini kita diajari oleh tutor-tutor yang keren dan kebanyakan tidak berbeda jauh umurnya dari kita, dan metode pembelajaran yang disampaikan pun sangat berbeda dengan apa yang kita dapat selama di sekolah. disini kita tidak hanya diajari tentang struktur tata bahasa (grammar) saja, tapi disini kita juga diajari cara pelafalan katanya (pronunsiation) dan juga kelas speaking untuk melatih kepercayaan diri kita dalam berbicara bahasa inggris. Ada banyak tutor favorit saya disini diantaranya yaitu Mr. Randy, Miss. Fitria, Mr. Tama, Mr. Salam, Mr. Arifin, Mr. Dino, dan masih banyak lagi lainnya.

Owh yah, di LC juga ada acara weekly meeting yang dilaksanakan setiap Jum’at sore dan disana ada semacam kontes speaking gitu. Dan ketika minggu terakhir aku disana aku di ikutkan kontes speaking tersebut karena mungkin saat dikelas aku masih sangat pasif saat berbicara bahasa inggris dan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat PD kita saat public speaking. benar saja, waktu itu aku speaking dihadapan orang banyak, yakni dari kelas B1 sampai B6 yang menyaksikan serta anak English Master sebagai panitianya. Awalnya grogi dan sangat deg-degan sekali, tapi pas sudah selesai maju rasanya kayak plong dan seneng gitu. Yah itulah sedikit pengalaman yang bisa aku sharing ke kalian. dan ini merupakan pengalaman yang tidak terlupakan buat aku. Terimakasih LC.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

M. Tajjudin, Pasuruan

testimoni kampung inggris

Ada juga cerita seru lainnya nih, dari member English Master 23 yaitu Sani Saniya asal Lampung